Jumat, 01 April 2016
keutamaan sholat subuh
Shubuh adalah salah satu waktu di antara beberapa waktu, di mana AllahTa’ala memerintahkan umat Islam untuk mengerjakan shalat kala itu. Allah Ta’ala berfirman,
أَقِمِ الصَّلَاةَ لِدُلُوكِ الشَّمْسِ إِلَى غَسَقِ اللَّيْلِ وَقُرْآَنَ الْفَجْرِ إِنَّ قُرْآَنَ الْفَجْرِ كَانَ مَشْهُودًا
“Dirikanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula shalat) Shubuh. Sesungguhnya shalat Shubuh tu disaksikan (oleh malaikat).” (Qs. Al-Isra’: 78)
Betapa banyak kaum muslimin yang lalai dalam mengerjakan shalat shubuh. Mereka lebih memilih melanjutkan tidurnya ketimbang bangun untuk melaksanakan shalat. Jika kita melihat jumlah jama’ah yang shalat shubuh di masjid, akan terasa berbeda dibandingkan dengan jumlah jama’ah pada waktu shalat lainnya.
Apabila seseorang mengerjakan shalat shubuh, niscaya ia akan dapati banyak keutamaan. Di antara keutamaannya adalah
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ صَلَّى الْبَرْدَيْنِ دَخَلَ الْجَنَّة
“Barangsiapa yang mengerjakan shalat bardain (yaitu shalat shubuh dan ashar) maka dia akan masuk surga.” (HR. Bukhari no. 574 dan Muslim no. 635)
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda,
لَنْ يَلِجَ النَّارَ أَحَدٌ صَلَّى قَبْلَ طُلُوعِ الشَّمْسِ وَقَبْلَ غُرُوبِهَا
“Tidaklah akan masuk neraka orang yang melaksanakan shalat sebelum terbitnya matahari (yaitu shalat shubuh) dan shalat sebelum tenggelamnya matahari (yaitu shalat ashar).” (HR. Muslim no. 634)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ صَلَّى صَلَاةَ الصُّبْحِ فَهُوَ فِي ذِمَّةِ اللَّهِ فَلَا يَطْلُبَنَّكُمْ اللَّهُ مِنْ ذِمَّتِهِ بِشَيْءٍ فَإِنَّهُ مَنْ يَطْلُبْهُ مِنْ ذِمَّتِهِ بِشَيْءٍ يُدْرِكْهُ ثُمَّ يَكُبَّهُ عَلَى وَجْهِهِ فِي نَارِ جَهَنَّمَ
“Barangsiapa yang shalat subuh maka dia berada dalam jaminan Allah. Oleh karena itu jangan sampai Allah menuntut sesuatu kepada kalian dari jaminan-Nya. Karena siapa yang Allah menuntutnya dengan sesuatu dari jaminan-Nya, maka Allah pasti akan menemukannya, dan akan menelungkupkannya di atas wajahnya dalam neraka jahannam.” (HR. Muslim no. 163)
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda,
مَنْ صَلَّى الْعِشَاءَ فِي جَمَاعَةٍ فَكَأَنَّمَا قَامَ نِصْفَ اللَّيْلِ وَمَنْ صَلَّى الصُّبْحَ فِي جَمَاعَةٍ فَكَأَنَّمَا صَلَّى اللَّيْلَ كُلَّهُ
“Barangsiapa yang shalat isya` berjama’ah maka seolah-olah dia telah shalat malam selama separuh malam. Dan barangsiapa yang shalat shubuh berjamaah maka seolah-olah dia telah shalat seluruh malamnya.” (HR. Muslim no. 656)
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda,
وَتَجْتَمِعُ مَلَائِكَةُ اللَّيْلِ وَمَلَائِكَةُ النَّهَارِ فِي صَلَاةِ الْفَجْرِ
“Dan para malaikat malam dan malaikat siang berkumpul pada shalat fajar (subuh).” (HR. Bukhari no. 137 dan Muslim no.632)
Padahal banyak keutamaan yang bisa didapat apabila seseorang mengerjakan shalat shubuh. Tidakkah kita takut dikatakan sebagai orang yang munafiq karena meninggalakan shalat shubuh? Dan kebanyakan orang meninggalkan shalat shubuh karena aktivitas tidur. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda,
إِنَّ أَثْقَلَ صَلَاةٍ عَلَى الْمُنَافِقِينَ صَلَاةُ الْعِشَاءِ وَصَلَاةُ الْفَجْرِ وَلَوْ يَعْلَمُونَ مَا فِيهِمَا لَأَتَوْهُمَا وَلَوْ حَبْوًا
“Sesungguhnya shalat yang paling berat dilaksanakan oleh orang-orang munafik adalah shalat isya dan shalat subuh. Sekiranya mereka mengetahui keutamaan keduanya, niscaya mereka akan mendatanginya sekalipun dengan merangkak.” (HR. Bukhari no. 657 dan Muslim no. 651)
Cukuplah ancaman dikatakan sebagai orang munafiq membuat kita selalu memperhatikan ibadah yang satu ini.
Semoga Allah selalu memberi hidayah kepada kita semua, terkhusus bagi para laki-laki untuk dapat melaksanakan shalat berjama’ah di masjid.
—
Penulis: Wiwit Hardi Priyanto
Artikel www.muslim.or.id
Kamis, 31 Maret 2016
Nama-nama sahabat Nabi Muhmmad
NAMA SAHABAT NABI MUHAMMAD
Nama-nama sahabat Nabi Muhammad SAW berikut ini adalah nama sahabat rasulyang sudah banyak dikenal oleh orang islam. Beberapa dari mereka banyak disebut dalam hadist sebagai pembelajaran dan sebagai teladan bagi umat islam. Kiprah para sahabat dalam mendampingi Rosul menyebarkan ajaran islam banyak digunakan sebagai panutan. Perjuangan mereka dalam menegakkan dan menyebarkan ajaran agama islam sudah tidak diragukan lagi. Mereka berjuang dengan harta dan nyawa mereka untuk islam, jadi patutlah kita menghargai mereka dengan memberikan nama islami untuk bayi laki-laki kita seperti nama-nama para sahabat Nabi.
Beberapa dari kita tidak menyetahui banyak tentang arti dari nama para pejuang islam ini, semoga dengan adanya daftar nama sahabat Nabi Muhammad SAW, tapi ini sebagian nama sahabatnya
-Nama Sahaba | Arti Nama |
| Abu bakr | Nama salah satu sahabat Nabi |
| Abyad | Seorang pencerita hadits yang dinamakan demikian |
| Adiy | Seorang sahabat Nabi |
| Agharr | Tampan, indah, terkenal, mulia, murah hati , Nama dari sahabat Nabi, bin al-Muzan |
| Ashaz | Salah satu di antara sejuta, nama seorang sahabat pada masa nabi Ada hadits memuji kebajikannya kesabaran dan ketaatan kepada orang tua |
| Billal | Haus yang terpuaskan, Billal adalah nama budak kulit hitam yang dikecualikan (dianggap) oleh islam kemudian menjadi muazzin (orang yang panggilannya untuk doa) pertama islam |
| Budail, budayl | Nama sahabat Nabi |
| Farafisa | Nama seorang sahabat Rosul, bin Umayr al-Hanafi |
| Farwah | Nama beberapa sahabat Nabi |
| Fujai | Nama sahabat Nabi (SAW) |
| Ghazawan | Warrior, sahabat Nabi (S.A.W). |
| Humayl | Sebuah pendamping Nabi (SAW) |
| Hurairah | Pencerita atau penyampai Hadis, teman dekat Nabi Muhammad (SAW) |
| Jarood | Nama sahabat Nabi (SAW) |
| Jumanah | Mutiara |
| Jundub | Belalang (nama sahabat) |
| Juthamah | Mimpi buruk (nama sahabat Rosul) |
| Khallad | Tua, Berumur atau berpengalaman (juga nama dari sahabat Nabi Muhammad SAW) |
| Khidash | Nama sahabat Nabi Muhammad SAW |
| Khunays | Tersembunyi (nama sahabat Rosul) |
| Khuraymah | Nama sahabat Nabi Muhammad SAW |
| Lajlaj | Salah satu sahabat nabi (SAW) |
| Laqeet | Sahabat Nabi (SAW) yang terkenal |
| Mihran | Nama sahabat Nabi |
| Miqdad | Nama dari Sahabat |
| Muadh | Dilindungi, orang yang dilindungi |
| Muawiyah | Rubah muda, Sahabat Nabi |
| Mujazziz | Nama pendamping |
| Mulayl | Seorang sahabat yang dinamakan demikian adanya |
| Nuaim, nuaym | Beberapa nama sahabat Nabi |
| Omar | Panjang umur, omar bin khattab adalah seorang sahabat Nabi dan Khalif yang kedua |
| Owais | Seorang sahabat Nabi Muhammad (SAW) |
| Qatadah | Nama sahabat Nabi |
| Sariyah | Awan di malam hari |
| Suhayb | Sebuah nama sahabat |
| Suraqah | Nama sahabat Nabi |
| Thawban | Nama sahabat Nabi |
| Uthman | Ular, Nama Khalifah ketiga |
| Wail | Datang kembali (untuk berlindung) |
| Zubayr | Sebuah nama yang tepat, nama sahabat dan pejuang termud Islam |
| Akhdar | Warna hijau |
| Ahwas | stabil, perusahaan |
| Akhnas | Singa |
| Adraa | orang yang memakai baju besi |
| Arqam | Ular |
| Azraq | Warna biru |
| Asfaa | elang, warna merah marun gelap |
| Asqaa | gagak, jauh dari musuh dan orang-orang fasik |
| Aswad | Warna hitam |
| Baraa | disembuhkan, tidak bersalah dan tidak bercacat |
| Harith | Peladang, penanam, Orang yang berbudidaya |
| Hasan and Husain | Tampan, baik |
| Zubair | bijaksana, cerdas, kuat |
| Abbas | Singa |
| Alaa | Mulia, Orang besar |
| Qasim | Pemberi; suka memberi , tampan |
| Mughira | Pejuang |
| Miqdad | Seorang pejuang, pemotong |
| Miqdam | Pemberani |
| Nabigha | Jenius, amat pintar |
| Nouman | Darah |
| Wazi | Orang berpangkat tinggi dalam pasukan |
| Yamaan | Orang dari Yemen |
| Abaan | Murni, jernih, bening |
| Ubai | Seperti ayah |
| Ahmar | Merah |
| Asad | Singa |
| Ibrahim | Nama Nabi |
| Ishak | Nama Nabi |
| Ismael | Nama Nabi |
| Thabit | Perusahaan |
| Jafar | Sungai |
| Habeeb | Yang dicintai |
| Zuhair | Bunga yang baru berkembang |
| Zayd | pertumbuhan, meningkatkan, kesejahteraan |
| Saalim | sempurna |
| Saad | Kebahagiaan |
| Sufyan | bergerak cepat, cepat-terbang |
| Suhail | santai, halus, cerdas |
| Sakhr and Safwaan | Batu, keras |
| Aamer | Panjang umur |
| Abdul Rahman or Abdurrahman | hamba Yang Maha Pemurah, yaitu hamba Allah |
| Abdullah | hamba Allah |
| Aqeel | cerdas |
| Ukhasha | Laba-laba |
| Ali | tinggi, luhur |
| Ammaar | Panjang umur |
| Amr | Hidup, kehidupan |
| Ikrimah | merpati |
| Furat | air, sungai Efrat |
| Firas and Farraas | pemburu, singa |
| Kaab | mulia, tinggi |
| Mudrik | bijaksana, pengertian |
| Muadh | perlindungan, tempat aman |
| Wael | Perlindungan |
| Wahb | Murah hati |
| Yahya | Nama Nabi |
| Yazeed | Meningkat |
| Yasaar | mudah, kemenangan |
| Yaqoub | Nama Nabi |
| Yunus | Nama Nabi |
pandang islam tentang pacaran
Memang larangan mengenai pacaran di dalam Islam tidak dibahas secara gamblang. Mungkin itulah salah satu faktor yang mengakibatkan kebanyakan orang awam tidak dapat menerima atas hukum pelarangan pacaran ini.
Namun, dalam dunia dakwah islam, larangan pacaran adalah hal yang sudah sangat dimengerti, maka aneh sekali manakala ada seseorang yang mengaku sebagai aktivis dakwah islam, namun ia tetap melakukan pacaran.
Meskipun tidak dijelaskan secara gamblang, namun banyak sekali dalil yang dapat dijadikan sebagai rujukan untuk pelarangan aktifitas pacaran tersebut.
Telah sama-sama kita ketahui bahwa Islam adalah agama yang mengharamkan perbuatan zina, termasuk juga perbuatan yang MENDEKATI ZINA.
"Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan sesuatu jalan yang buruk." (QS. Al-Isra, 17 : 32)
Apa saja perbuatan yang tergolong MENDEKATI ZINA itu?
Diantaranya adalah: saling memandang, merajuk atau manja, bersentuhan (berpegangan tangan, berpelukan, berciuman, dll), berdua-duaan, dll.
Karena unsur-unsur ini dilarang dalam agama Islam, maka tentu saja hal-hal yang di dalamnya terdapat unsur tersebut adalah dilarang. Termasuk aktifitas yang namanya
"PACARAN"
Hal ini sebagaimana telah disebutkan dalam hadits berikut:
Dari Ibnu Abbas r.a. dikatakan: "Tidak ada yang ku perhitungkan lebih menjelaskan tentang dosa-dosa kecil dari pada hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Allah telah menentukan bagi anak Adam bagiannya dari zina yang pasti dia
lakukan. Zinanya mata adalah melihat (dengan syahwat), zinanya lidah adalah mengucapkan (dengan syahwat), zinanya hati adalah mengharap dan menginginkan (pemenuhan nafsu syahwat), maka farji (kemaluan) yang membenarkan atau mendustakannya." (HR. Al-Bukhari dan Imam
Muslim)
Dalil di atas kemudian juga diperkuat lagi oleh beberapa hadits dan ayat Al-Qur'an berikut:
"Janganlah seorang laki-laki berdua-duaan dengan wanita kecuali bersama mahramnya."
(HR. Al-Bukhari dan Imam Muslim)
"Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka janganlah seorang laki-laki sendirian dengan seorang wanita yang tidak disertai mahramnya. Karena sesungguhnya yang ketiganya adalah syaitan." (HR. Imam Ahmad)
"Seandainya kepala seseorang ditusuk dengan jarum besi, itu lebih baik dari pada menyentuh wanita yang tidak halal baginya." (Hadist Hasan, Thabrani dalam Mu'jam Kabir 20/174/386)
"Demi Allah, tangan Rasulallah SAW tidak pernah menyentuh tangan wanita (bukan mahram) sama sekali meskipun dalam keadaan memba'iat. Beliau tidak memba'iat mereka kecuali dengan mangatakan: "Saya ba'iat kalian." (HR. Al-Bukhari)
"Sesungguhnya saya tidak berjabat tangan dengan wanita." (HR. Malik, Nasa'i, Tirmidzi, Ibnu Majah, Ahmad)
Telah berkata Aisyah
r.a. "Demi Allah, sekali-kali dia (Rasul) tidak pernah menyentuh tangan wanita (bukan mahram) melainkan dia hanya membai'atnya (mengambil janji) dengan perkataaan."
(HR. Al-Bukhari dan Ibnu
Majah).
"Wahai Ali, janganlah engkau meneruskan pandangan haram (yang tidak sengaja) dengan pandangan yang lain.
Karena pandangan yang pertama mubah untukmu.
Namun yang kedua adalah haram." (HR. Abu Dawud, Ath-Tirmidzi dan dihasankan oleh Al-Albani)
"Pandangan itu adalah panah beracun dari panah-panah iblis. Maka barang siapa yang memalingkan (menundukan) pandangannya dari kecantikan seorang wanita, ikhlas karena Allah, maka Allah akan memberikan di hatinya kelezatan sampai pada hari Kiamat." (HR. Imam Ahmad)
Dari Jarir bin Abdullah
r.a. dikatakan: "Aku bertanya kepada Rasulallah SAW tentang memandang (lawan-jenis) yang (membangkitkan syahwat) tanpa disengaja. Lalu beliau memerintahkan aku mengalihkan (menundukan) pandanganku." (HR. Imam Muslim)
"Hai isteri-isteri Nabi, kamu sekalian tidak-lah seperti wanita yang lain, jika kamu bertakwa. Maka janganlah kamu tunduk (merendahkan suara) dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya, dan ucapkanlah perkataan yang baik." (QS. Al-Ahzab, 33 : 32)
Namun, dalam dunia dakwah islam, larangan pacaran adalah hal yang sudah sangat dimengerti, maka aneh sekali manakala ada seseorang yang mengaku sebagai aktivis dakwah islam, namun ia tetap melakukan pacaran.
Meskipun tidak dijelaskan secara gamblang, namun banyak sekali dalil yang dapat dijadikan sebagai rujukan untuk pelarangan aktifitas pacaran tersebut.
Telah sama-sama kita ketahui bahwa Islam adalah agama yang mengharamkan perbuatan zina, termasuk juga perbuatan yang MENDEKATI ZINA.
"Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan sesuatu jalan yang buruk." (QS. Al-Isra, 17 : 32)
Apa saja perbuatan yang tergolong MENDEKATI ZINA itu?
Diantaranya adalah: saling memandang, merajuk atau manja, bersentuhan (berpegangan tangan, berpelukan, berciuman, dll), berdua-duaan, dll.
Karena unsur-unsur ini dilarang dalam agama Islam, maka tentu saja hal-hal yang di dalamnya terdapat unsur tersebut adalah dilarang. Termasuk aktifitas yang namanya
"PACARAN"
Hal ini sebagaimana telah disebutkan dalam hadits berikut:
Dari Ibnu Abbas r.a. dikatakan: "Tidak ada yang ku perhitungkan lebih menjelaskan tentang dosa-dosa kecil dari pada hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Allah telah menentukan bagi anak Adam bagiannya dari zina yang pasti dia
lakukan. Zinanya mata adalah melihat (dengan syahwat), zinanya lidah adalah mengucapkan (dengan syahwat), zinanya hati adalah mengharap dan menginginkan (pemenuhan nafsu syahwat), maka farji (kemaluan) yang membenarkan atau mendustakannya." (HR. Al-Bukhari dan Imam
Muslim)
Dalil di atas kemudian juga diperkuat lagi oleh beberapa hadits dan ayat Al-Qur'an berikut:
"Janganlah seorang laki-laki berdua-duaan dengan wanita kecuali bersama mahramnya."
(HR. Al-Bukhari dan Imam Muslim)
"Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka janganlah seorang laki-laki sendirian dengan seorang wanita yang tidak disertai mahramnya. Karena sesungguhnya yang ketiganya adalah syaitan." (HR. Imam Ahmad)
"Seandainya kepala seseorang ditusuk dengan jarum besi, itu lebih baik dari pada menyentuh wanita yang tidak halal baginya." (Hadist Hasan, Thabrani dalam Mu'jam Kabir 20/174/386)
"Demi Allah, tangan Rasulallah SAW tidak pernah menyentuh tangan wanita (bukan mahram) sama sekali meskipun dalam keadaan memba'iat. Beliau tidak memba'iat mereka kecuali dengan mangatakan: "Saya ba'iat kalian." (HR. Al-Bukhari)
"Sesungguhnya saya tidak berjabat tangan dengan wanita." (HR. Malik, Nasa'i, Tirmidzi, Ibnu Majah, Ahmad)
Telah berkata Aisyah
r.a. "Demi Allah, sekali-kali dia (Rasul) tidak pernah menyentuh tangan wanita (bukan mahram) melainkan dia hanya membai'atnya (mengambil janji) dengan perkataaan."
(HR. Al-Bukhari dan Ibnu
Majah).
"Wahai Ali, janganlah engkau meneruskan pandangan haram (yang tidak sengaja) dengan pandangan yang lain.
Karena pandangan yang pertama mubah untukmu.
Namun yang kedua adalah haram." (HR. Abu Dawud, Ath-Tirmidzi dan dihasankan oleh Al-Albani)
"Pandangan itu adalah panah beracun dari panah-panah iblis. Maka barang siapa yang memalingkan (menundukan) pandangannya dari kecantikan seorang wanita, ikhlas karena Allah, maka Allah akan memberikan di hatinya kelezatan sampai pada hari Kiamat." (HR. Imam Ahmad)
Dari Jarir bin Abdullah
r.a. dikatakan: "Aku bertanya kepada Rasulallah SAW tentang memandang (lawan-jenis) yang (membangkitkan syahwat) tanpa disengaja. Lalu beliau memerintahkan aku mengalihkan (menundukan) pandanganku." (HR. Imam Muslim)
"Hai isteri-isteri Nabi, kamu sekalian tidak-lah seperti wanita yang lain, jika kamu bertakwa. Maka janganlah kamu tunduk (merendahkan suara) dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya, dan ucapkanlah perkataan yang baik." (QS. Al-Ahzab, 33 : 32)
Selasa, 29 Maret 2016
Hikmah -hikmah memakai hijab
Sesungguhnya segala puji milik Allah, kami memuji-Nya, memohon pertolongan kepada -Nya, dan memohon ampunan kepada-Nya. Kami memohon perlindungan kepada-Nya dari kejahatan jiwa kami dan dari keburukan amalan kami. Barang siapa diberi pentujuk oleh Allah, tidak ada seorangpun yang dapat menyesatkan-Nya. Dan barang siapa disesatkan, maka tidak satu pun yang dapat memberinya pentunjuk.
Kami bersaksi bahwa tidak ada yang dibadahi secara benar kecuali Allah, tidak ada sekutu bagi-Nya dan bahwa Muhmmad adalah hamba dan utusan-Nya.Mudah-mudahan Allah memberikan shalawat kepada beliau, keluarga, para sahabat beliau, serta orang -orang yang mengikuti mereka dengan baik. Dan mudah-mudahan Allah memberikan keselamatan sebanyak-banyaknya.
1. Menghindarkan Diri Dari Dosa Akibat Mengumbar AuratHikmah pertama yang akan diperoleh jika seorang wanita menuntup auratnya adalah dapat terhindar dari dosa akibat mengumbar aurat. Salah satu penyebab neraka lebih banyak dihuni oleh kaum wanita adalah karena selama hidupnya mereka tidak menutup aurat di hadapan orang-orang yang bukan mahramnya. Untuk itu lebih baik tutuplah aurat karena akan mendapatkan banyak faedah dibandingkan membukanya.
2. Menghindari Fitnah, Tuduhan Atau Pandangan Negatif
Seorang wanita yang membuka serta mengumbar auratnya secara terang-terangan bisa saja dituduh sebagai wanita penggoda, pelacur ataupun wanita murahan. Oleh sebab itu, dengan menutup aurat akan menghindarkan diri dari fitnahan yang demikian. Janganlah sesekali memakai pakaian minim yang memperlihatkan bagian tubuh yang dapat merangsang lawan jenis dan pada akhirnya akan menambah beban dosa seorang wanita.
3. Mencegah Timbulnya Hawa Nafsu Lawan Jenis Maupun Sesama Jenis
Pada dasarnya, lelaki normal akan terangsang apabila melihat wanita yang mengenakan pakaian ketat, modis dan celana mini ataupun rok ketat. Pria akan lebih tergoda dengan wanita seksi dan ingin menzinahi perempuan tersebut baik secara paksa maupun tanpa paksaan. Lain halnya apabila lelaki melihat wanita yang menutup aurat, mereka akan bisa menahan haw nafsunya dan menghargai wanita tersebut.
4. Menunjukkan Diri Sebagai Bukan Perempuan Murahan
Menutup aurat adalah suatu identitas untuk menunjukkan bahwa orang tersebut adalah orang baik. Ditambah lagi jika mereka memiliki prilaku yang baik dan sopan maka akan membuat orang berpendapat bahwa ia adalah orang yang baik dan bukanlah orang yang murahann atau pria murahan.
5. Melindungi Tubuh dan Kulit dari Lingkungan
Tidak hanya bermanfaat untuk batin dan rohani saja, menutup aurat juga memiliki manfaat untuk fisik yakni untuk melindungi tubuh dan kulit dari lingkungan. Dengan menggunakan pakaian yang menutup tubuh secara sempurna akan membuat wanita tidak merasa kepanasan saat matahari bersinar terik dan tidak merasa kedinginan sangat suhu dingin melanda. Hal yang sama juga terjadi dengan debu dan kotoran, mereka akan terhalang untuk mengenai kulit secara langsung karena tertutup pakaian sehingga kebersihan kulit akan tetap terjaga dengan baik.
6. Mencegah Rasa Cemburu Pasangan Hidup Kita
Menutup aurat juga akan membuat harmonis hubungan rumah tangga. Hal ini karena dengan menutup aurat akan mencegah rasa cemburu dari pasangan hidup. Lain halnya jika ada seorang istri yang dengan sengaja tampil seksi dan membuat cemburu suaminya karena ada orang lain dan menggoda bahkan melihatnya dengan pandangan penuh nafsu syahwat. Untuk itu, hindarilah memakai pakaian seksi dan tutuplah aurat agar tidak ada perasaan cemburu yang dapat menghancurkan keluarga.
7. Mencegah Terkena Penyakit dan Gangguan Kesehatan
Ada banyak bibit penyakit yang bertebaran di sekitar kita. Penyakit-penyakit yang dapat muncul ketika kita tampil dengan aurat terbuka adalah kanker kulit, kulit terbakar, kulit menjadi hitam, noda flek di kulit dan lainnya. Hal ini dapat dicegah apabila mengggunkan pakaian yang melindungi tubuh. Untuk itu, belajarlah untuk menutup aurat agar badan tetap sehat dan terhindar dari berbagai penyakit.
8. Memberikan Sesuatu Yang Spesial Bagi Suami
Salah satu manfaat dari menutup aurat adalah dapat memberikan hal yang spesial kepada suami. Orang yang demikian ini biasanya sangat dihargai dan disayangi oleh pasangan hidupnya. Terlebih lagi jika mereka bisa menjaga kesucian diri hingga hari pernikahan.
9. Melindungi diri Kita Dari Berbagai Tindak Kejahatan
Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa wanita yang sering buka-bukaan atau tidak menutup aurat berpotensi untuk menjadi korban kejahatan seperti perkosaan ataupun tindak kriminal lainnya. Hal ini akan berbanding terbalik dengan mereka yang senantiasa menutup auratnya. Orang yang jahat merasa tidak tertarik dengan wanita yang serba tertutup karena menampilan mereka yang misterisu membuat pelaku kejahatan menjadi enggan menjahatinya.
10. Menutupi Aib Rahasia Yang Ada Pada Diri Kita
Manfaat terakhir yang akan diperoleh ketika seorang wanita muslimah menutup aurat adalah berfungsi untuk menutup aib rahasia yang ada pada dirinya. Contohnya saja seperti apabila ada cacat pada tubuh dan kulit akan bisa ditutupi dengan menggunakan pakaian yang tertutup sehingga tidak seorang pun yang mengetahui bahwa terdapat kecacatan dalam dirinya. Lain halnya dengan wanita yang mengumbar auratnya, aib seperti itu akan mudah untuk diketahui oleh orang lain.
Itulah hikmah yang akan diperoleh apabila wanita muslimah menjaga auratnya. Untuk itu, mulailah untuk menutup aurat agar terhindar dari berbagai marabahaya yang mengintai. Selain itu, agar Allah senantiasa melindungi kita dan memberikan kerindhaan atas apa yang sudah kita lakukan.













